BUKAN SEKADAR MENGAMINKAN

Matius 13:1-9, 18-23


Beberapa karyawan mengikuti seminar motivasi yang membahas pentingnya integritas dan kejujuran dalam bekerja. Respons setelah seminar bervariasi. Ada yang melupakan semua yang disampaikan dan kembali kepada kebiasaan lama. Ada yang berjanji untuk berubah, tetapi ketika dihadapkan pada godaan proyek menguntungkan dengan cara tidak jujur, atau ketika ditekan oleh atasan yang korup, semangatnya langsung padam.

Tuhan Yesus mengetahui bahwa setelah seseorang mendengarkan firman, akan ada peristiwa lanjutan. Ada yang segera melupakannya. Ada yang antusias menerima, tetapi penganiayaan dan godaan harta membatalkan firman. Namun, ada yang sungguh mengerti dan hidupnya menghasilkan perubahan sesuai firman. Setiap peristiwa lanjutan ini diperlihatkan Tuhan Yesus dengan maksud tertentu. Setiap pengikut-Nya tidak boleh berhenti hanya dengan mengaminkan firman. Nilai-nilai firman seharusnya menjadi dasar dalam memilih sikap hidup.

Beberapa langkah praktis dapat dilakukan agar firman diterapkan dalam kehidupan. Pertama, berdoa memohon pertolongan Roh Kudus. Kedua, renungkan pesan Allah bagi hidup. Ketiga, tuliskan satu tindakan yang jelas dan terukur. Keempat, bagikan niat itu kepada sahabat rohani agar memperoleh dukungan. Kelima, lakukan dalam 24 jam; jangan menunda. Keenam, tinjau kemajuan selama seminggu dan jika gagal, mulai lagi. Ketujuh, pelihara ritme rohani dengan tetap berdoa, membaca, dan melayani sesama ciptaan. (Wasiat)

REFLEKSI:
Apa yang akan kita lakukan sesudah mengerti firman yang kita dengarkan dan aminkan?

Share this Post